KONAWESATU.COM | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe terus menggencarkan sosialisasi Stop Bullying di sejumlah sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun nonfisik.
Kepala DP3A Konawe, Noor Jannah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa agar memahami dampak buruk perundungan serta berani melapor jika menjadi korban atau menyaksikan tindakan kekerasan.

“Kami ingin menanamkan sejak dini pemahaman tentang bahaya perundungan dan pentingnya menghormati sesama. Anak-anak juga harus berani melapor jika menjadi korban kekerasan,” ujar Noor Jannah, Kamis (9/10)
Ia menjelaskan, pada tahun mendatang DP3A berencana memperluas jangkauan sosialisasi dengan bekerja sama bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Konawe. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas anak di wilayah Kabupaten Konawe.
“Jika kami diberikan anggaran memadai, kami akan menggandeng Unit PPA Polres Konawe untuk melakukan sosialisasi bahaya bullying secara masif di sekolah-sekolah,” terangnya.
Selain fokus pada pencegahan kekerasan, DP3A Konawe juga mengembangkan program inovatif CEPAK (Cegah Pernikahan Anak) yang bertujuan menekan angka pernikahan dini serta pencegahan stunting di daerah tersebut. Program ini menyasar wilayah-wilayah dengan tingkat pernikahan anak yang masih tinggi.
“Melalui program CEPAK, kami ingin mendorong agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa harus menikah di usia muda,” jelasnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, DP3A Konawe berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama melindungi anak dari segala bentuk kekerasan serta praktik yang dapat menghambat masa depan mereka.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar