Sengketa Lahan Tak Kunjung Tuntas, Petani Tawamelewe-Kasaeda Tuntut Keadilan.

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Feb 2025 04:52 814 Admin KS

Konawesatu.Com – Solidaritas Masyarakat Petani Desa Tawamelewe dan Desa Kasaeda  Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Konawe, Senin (3/2).

Mereka menuntut pemerintah kabupaten Konawe segera menyelesaikan persoalan lahan yang telah bergulir selama tiga tahun.

blank

Muh Hajar, penanggung jawab aksi solidaritas tersebut, mengharapkan adanya keadilan terhadap masyarakat petani Desa Tawamelewe dan Desa Kasaeda atas persoalan tanah yang mereka alami.

“Setiap tahun mereka membayar pajak, kedatangan mereka kesini untuk bertemu bapak Pj Bupati Konawe dan apabila tidak ada penyelesaian hari ini maka kita akan bermalam disini (kantor bupati), ” Ujar Muh Hajar.

Sementara itu Jumran, Koordinator Lapangan dalam orasinya membacakan lima poin pernyataan sikap dengan tegas. Mereka menuntut agar:

blank

1. Menyampaikan pada Pemerintah Kabupaten Konawe dan Forkopimda dan semua pihak untuk menghentikan narasi “sengketa” dan mengakui bahwa yang terjadi adalah “perampasan hak warga negara”. Mereka menegaskan bahwa lahan persawahan mereka memiliki sertifikat dan PBB, dan merupakan penjajahan hak asasi manusia.

2. Mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe dan Forkopimda untuk mengeluarkan para perampas hak dalam waktu 1×24 jam. Mereka juga menuntut pemasangan garis polisi dan patok dari ATR/BPN Kabupaten Konawe sesuai dengan hasil rapat koordinasi pada 16 Januari 2025.

3. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu 24 jam, para petani akan turun mengambil kembali lahan mereka pada hari Selasa, 4 Februari 2025. Mereka menegaskan bahwa hak milik mereka telah diatur oleh negara dan mereka membutuhkan lahan tersebut untuk menghidupi keluarga.

4. Meminta Pemerintah Konawe untuk tidak lagi membuka ruang diskusi antara mereka dengan para perampas hak, kecuali melalui jalur hukum di Pengadilan Negeri Unaaha.

5. Meminta Pemerintah konawe untuk menghentikan segala bentuk premanisme di lahan persawahan Tawamelewe dan memberikan rasa aman kepada semua warga negara, khususnya masyarakat Desa Tawamelewe dan Kasaeda.

Aksi ini menunjukkan tekad kuat para petani untuk memperjuangkan hak mereka. Mereka berharap Pemkab Konawe segera merespon tuntutan mereka dan memberikan solusi yang adil atas sengketa lahan yang telah berlangsung lama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA