
KONAWESATU.COM | Pemerintah Kabupaten Konawe menetapkan status siaga banjir menyusul meningkatnya curah hujan dalam sepekan terakhir. Penetapan ini diumumkan langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., usai menggelar rapat koordinasi dan meninjau langsung beberapa titik rawan banjir di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe, kemarin
Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Yusran menegaskan bahwa langkah cepat dan terkoordinasi menjadi kunci menghadapi potensi bencana di tengah intensitas hujan yang tinggi. “Kita harus bergerak cepat dan komprehensif dalam menghadapi ancaman banjir tahun ini,” ujarnya.

Peninjauan lapangan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kadis PMD, Kadis Ketahanan Pangan, Sekdis PU, Camat Konawe, Lurah Konawe, serta Ketua PMI Konawe, Hj. Sarnina Yusrin Usbar, SE, bersama beberapa tokoh masyarakat. Mereka meninjau kondisi drainase, tanggul, serta permukiman yang berpotensi terdampak banjir.
Langkah antisipatif yang disiapkan pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan bencana, tetapi juga pada mitigasi dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal. Pemkab Konawe melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan BPBD, Dinas PU, dan Dinas Sosial menyiapkan peta kawasan wisata yang aman untuk dikunjungi selama musim hujan, termasuk lokasi wisata alam seperti air terjun, sungai, dan agrowisata yang relatif stabil dari ancaman banjir.

Bupati Yusran menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana juga merupakan bagian dari strategi menjaga citra pariwisata Konawe. “Kita ingin memastikan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman berkunjung. Dengan koordinasi lintas sektor, sektor pariwisata tetap dapat berjalan, tentu dengan memperhatikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Dinas Pariwisata Konawe mulai mengampanyekan konsep “Wisata Aman Musim Hujan”, yang menekankan pentingnya keamanan, kebersihan, dan kesadaran lingkungan di destinasi wisata. Upaya ini diharapkan mampu menjaga arus kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.

Selain menyiapkan posko tanggap darurat di wilayah wisata alam seperti Air Terjun Sampara dan Bendungan Wawotobi, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pelaku usaha wisata dan UMKM untuk memastikan ketersediaan logistik, sarana transportasi, serta informasi cuaca yang akurat bagi pengunjung.
“Setiap camat diminta memantau kondisi desa dan kelurahan secara real-time serta mengaktifkan posko siaga 24 jam. Kami juga melibatkan tim medis dan satgas di puskesmas terdekat agar pelayanan tetap optimal,” imbuh Yusran.

Sementara itu, Ketua PMI Konawe, Hj. Sarnina Yusrin Usbar, menambahkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko bencana. “Kami mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor bila terjadi kenaikan debit air di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Konawe berharap langkah terpadu ini tidak hanya meminimalisir dampak banjir, tetapi juga menjaga semangat promosi pariwisata berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, Konawe diyakini tetap menjadi destinasi menarik bahkan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Status siaga ini akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan laporan lapangan dan perkembangan cuaca dari BMKG. Pemerintah menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya bentuk tanggap darurat, tetapi juga komitmen menjaga keberlanjutan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Konawe.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar